Takdirkah Ini…?


Takdir….

Tak jarang aku akhirnya berfikir, takdirkah yang kujalani, atau bentuk keputus-asaan yang frustasi, atau juga mungkin sikap kemalasan yang berujung pada keterpurukan.
Apakah itu Takdir? Menurutku takdir adalah bentuk kasih sayang TUHAN pada makhluk-Nya (lho kok bisa?)

"Padahal aku merasa hidupku selalu dihadang derita dan kesulitan, inikah bentuk kasih sayang TUHAN?"

Ya…, sekali lagi ya. Takdir adalah situasi dimana kita menjalani pemeliharaan, perlindungan atau mungkin pembelajaran dalam bentuk peringatan.
Allah SWT, memelihara semua makhluknya tanpa terkecuali. Jangankan manusia yang memiliki posisi makhluk paling mulia dimuka bumi, semut yang paling kecil sekalipun tak pernah berhenti memperoleh nikmat yang dicurahkan Allah SWT. Ketika aku mengalami cobaan atau kesulitan yang begitu menghimpit pikiran dan hatiku, aku mulai berpikir…, Mungkinkah ini bentuk perlingdungan TUHAN?.

"Perlindungan macam apa yang bentuknya kesulitan yang menghipit? Becanda kaleeee…."

Ya…., tapi bukan becanda. Mungkin saja saja kesulitan yang menghimpit itu adalah bentuk perlindungan dari kelalaian ku untuk tidak taat pada-Nya. Bentuk perlingdungan TUHAN agar ku tidak berpikir ada yang dapat menyelesaikan masalah-masalah ku selain-Nya. Bahwa aku hanya boleh menjadikan-Nya, satu-satunya tempat bergantung, tempat mengadu, dan tempat berkeluh kesah. Mungkin juga bentuk perlingdungan TUHAN agar aku tidak terlalu larut dalam pesona dunia yang makin tua semakin cantik & menarik.
Peristiwa-peristiwa yang tak dapat kutolak hingga menimpa diriku, seringkali kucoba untuk mengartikan, ini bentuk pembelajaran yang diajarkan TUHAN pada ku.

"Itu berarti kau berbuat dosa, dan kau dihukum dan disiksa…!Ya khan…??"

Ya….., mungkin aku salah, mungkin aku khilaf, mungkin aku nekat, atau mungkin aku lupa. Tapi aku mengartikan itu bukan sebagai hukuman atau siksaan, Melainkan "cubitan" kecil tanda bahwa TUHAN selalu memperhatikan ku, TUHAN selalu mengawasi ku, dan tak pernah lelah atau tidur dari memperhatikanku. Cubitan kecil itu tanda kasih sayang-Nya. Sebagaimana ketika istriku mencubit ku ketika ia "gemes" atau "manja" padaku. -)

Kuharap takdirku akan selalu menjalani Takdir dari-Nya. Dalam kondisi sehat atau sakit, saat sedih atau bahagia, diwaktu miskin atau kaya, di hari hujan atau kemarau. Ku harap takdirku selalu didampingi orang-orang yang baik, dan selalu Kasih Sayang-Nya yang hadir pada ku. Semoga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s