Jangan Ragu Menikah…


Buat aku, keraguan menikah dengan keraguan memilih calon untuk dinikahi itu sungguh-sungguh dua hal yang berbeda. (lho…kok bisa…?? *ngacir mode on*) 8-)

Penikahan tidak lebih dari salah satu fase kehidupan kita yang manusiawi, hingga tak perlu terlalu dikwatirkan. Sebagaimana saat-saat dimana ketika kita yang masih polos dan lucu harus diantar ketika akan sekolah, kemudian tiba saat harus berangkat sendiri ketika telah remaja. Juga sebagaimana saat-saat kita yang masih hidup bergantung secara finansial kepada orang tua, kemudian tiba saat kita telah mampu mandiri dan mencukupi kebutuhan kita sendiri. Tak ada yang terlalu istimewa, tak ada yang perlu untuk terlalu ditakutkan, dan semua mengalir begitu saja. Tak terkecuali pernikahan.(lho…., nikah itu kan ga gampang…!!!)

Ya…, menikah memang bukan hal sepele, bukan hal yang cukup dipandang sebelah mata, tapi juga bukan "mimpi buruk" yang harus dijauhi. menikah dikala kita telah mampu mandiri dan telah memiliki idaman hati justru hal yang patut disegerakan.

Pernikahan jangan “digampangkan”…, pernikahan itu sesuatu yang sakral, karna peristiwa itu, mampu merubah yang haram menjadi halal, dan yang halal menjadi haram.

Pernikahan juga jangan dipandang sebelah mata…, karna ketika ikrar telah terucap, hak istri selayaknya penuhi suami, dan hak suami juga selayaknya dipenuhi istri. Namun…., nampaknya itu bukan hal yang berat, jika keikhlasan dan kecintaan telah hadir diantara suami dan istri.(eee..it, tunggu dulu, nanti kalo punya anak gimana…???)

Kalau kita yakin bahwa anak itu sesungguhnya titipan dan amanah dari Allah SWT, maka tak perlu bingung dengan biaya finansialnya. Selayaknya titipan Allah, maka Allah-lah yang nantinya mencurahkan rizki padanya melalui kita. Dan selayaknya amanah Allah, tanggung jawab kita untuk merawat, dan mendidik dengan baik.(tapi…., kalo ditengah jalan nanti anda konflik rumah tangga gimana…???)

Nah…., bahwa pilihan menikah dan memilih calon pasangan, adalah hal yang berbeda. Sebagaimana kita melihat diri kita sebagai orang baik-baik, maka pilihlah juga calon pasangan yang baik-baik. Tidak menutup kemungkinan calon pasangan pernah berbuat salah, jika tobat telah dilaksanakan, dan konsisten dengan hal itu, lanjutkan saja. Salah satu solusi ketika terjadi konflik adalah, bersikap sebagaimana orang baik dan orang bijak bersikap. Dan konflik tidak akan pernah selesai jika kita tidak mau berubah menjadi orang baik-baik, ato pasangan kita sulit menjadi orang baik-baik.

So…, Jika sudah mandiri, dan ada Idaman Hati yang baik, jangan ragu menikah…., 8-)

Next…., It’s Show Time………., ;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s