Korupsi, Merakyat, Wakil Rakyat, Korupsi


Kata-kata korupsi dan rakyat kini semakin hangat diperbincangkan. Apalagi kalo bukan karna kasus seorang oknum, anggota dewan yang terhormat, tertangkap tangan dan diidentifikasi menerima suap(korupsi), oleh Tim KPK. Dan semakin heboh karna penyuapan ini dilakukan oleh pejabat pemerintah daerah. Yang bisa dipastikan, lembaran rupiah dan dolar yang jumlahnya tidak sedikit itu bukan dari kantong pribadi si pejabat.

Mengapa…? Karena untuk saat ini, dinegri ini, masih banyak para pejabat yang mencari celah agar dapat terus memperkaya harta pribadinya. Logikanya, kalo si penjabat itu sendiri masih serakah dengan harta, tidak mungkin dia mau memberi suap dari katong pribadinya.

“Lalu kenapa ya, rakyat bangsa ini masih saja dipimpin atau diwakili oleh pejabat dan wakil rakyat yang seperti itu? Apa dosa rakyat bangsa ini…?” 8-)

Nah…, itu pertanyaan menarik, “Apa dosa rakyat bangsa ini…?”. Mungkin di satu sisi, memang pejabat dan wakil rakyat seperti itu pantas dihukum karena telah berbuat kriminal, dan telah mengkhianati kepercayaan rakyatnya. Terlepas dari kondisi latar belakang kasus yang terjadi. Mungkin memang ketika menjabat sudah berniat korupsi untuk ‘mulangin modal’, atau sedang khilaf, atau mungkin juga pas lagi apes(sebelumnya ga pernah korupsi, pas ternyata tergoda, pas langsung ketangkep).

Tapi…., coba kita sejenak bercermin, apa dosa rakyat bangsa ini…? apa memang ini sepenuhnya kesalahan pejabat dan wakil rakyat itu…!

Bukankah negri ini adalah negara demokrasi? Demokrasi memang layaknya pedang bermata dua. Ketika rakyat dan peserta pesta demokrasi ini sudah mampu berpikir bijak, mampu bersikap adil, tidak mudah tergoda iming-iming sesaat dengan beberapa lembar rupiah, tentu akan menghasilkan wakil-wakil rakyat yang sifatnya tak jauh berbeda dengan rakyatnya. Sebaliknya, jika kini yang muncul adalah oknum-oknum pejabat dan wakil rakyat yang korup, munkinkah perilaku korup juga sudah merakyat di negri ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s