Hirarki Cinta (Third)


Hirarki Cinta ke-tiga yang ada didunia ini, adalah cinta manusia kepada sesama manusia. Setelah Hirarki Cinta Allah Kepada Manusia, dilanjutkan dengan Cinta Manusia Kepada Allah, tinggkatan terakhir adalah Cinta Manusia kepada manusia lainnya .

Cinta manusia kepada manusia lainya merupakan hal yang manusiawi, namun ada adab yang perlu diperhatikan, yaitu tidak boeh menghalangi hirarki cinta sebelumnya.

Pada Hirarki Cinta Manusia kepada Manusia lainnya masih terdapat beberapa tingkatan, dan tingkatan tertinggi pada hirarki cinta tersebut, adalah Cinta Rasulullah SAW pada seluruh manusia khususnya pada umatnya hingga akhir jaman.

Diantara para Nabi & Rasul, Rasulullah SAW merupakan satu-satunya Nabi & Rasul yang paling mencintai umatnya. Terbukti diberbagai riwayat para Nabi & Rasul, satu-satunya umat yang tidak menerima azab dari Allah, meskipun kala itu, Jibril datang menawarkan hukuman pada orang-orang jahiliyah dengan menimpakan gunung diatas mereka.

Cinta Rasulullah SAW pada umatnya, tentu tidak dapat dibandingkan dengan cinta kita pada istri/suami , cinta kita pada anak-anak kita, atau bahkan cinta kita pada kedua orang tua kita. Cinta Rasulullah SAW pada umatnya, jauh lebih mulya dan lebih agung dibandingkan cinta-cinta itu. Dan hanya karna sebab Cinta Rasulullah SAW lah, kita masih menikmati nikmat hidayah Islam hinga saat ini, dan insyaallah hingga akhir jaman.

Kesempurnaan Cinta Rasulullah SAW pada umatnya, ditunjukkan pula oleh ketetapan Allah, bahwa tidak ada seorang pun Nabi atau Rasul yang diutus oleh Allah setelah Rasulullah SAW. Artinya, Cinta Rasulullah SAW pada umatnya, tidak memerlukan pembaharuan, tidak memerlukan revisi atau perbaikan. Cukup Cinta Rasulullah SAW pada umatnya saja, hingga akhir jaman. Dan tak seorang manusia pun mampu menandingi Cinta Rasulullah SAW ini, baik manusia sebelum atau setelah kehadiran Beliau.

Bahkan seandainya kita adalah orang yan paling menderita sebab tak seorang pun yang mencintai kita, maka Cinta Rasulullah SAW saja pun sudah lebih dari cukup bagi kita, karna mampu mengantar hidayah di dunia, dan mampu menyelamatkan kita dari siksa di akhirat.

Sebaliknya, cinta kita kepada Rasulullah SAW, tentu tak mampu membalas Cinta Rasulullah SAW itu. Namun selayaknya, cinta kita kepada Rasulullah SAW menjadi cinta yang layak kita perjuangkan dibandingkan cinta kita kepada manusia-manusia lain yang ada di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s