Kasus : Poligami yang Zhalim


Seorang istri bagi seorang suami, tentu bukan seorang wanita yang secara tiba-tiba datang dan masuk ke dalam rumah, kemudian menyerahkan dirinya untuk dinikahi, bukan? 8-) Artinya…, status istri yang disandang perempuan itu, bukan status yang tanpa proses. Bahkan disana, sebelum status itu disandangnya, secara normal prosesnya tentu juga menyenangkan dan membahagiakan.Seorang istri yang ada dirumah kita, tentunya secara logis adalah wanita yag kita cintai dan kita sayangi (**Note: kalo kaga’ cinte, kenape ente nikahin…). Jadi, sangat tidak masuk akal jika kita memperlakukannya dengan sangat tidak bijaksana.

Lalu pantaskah bila, seorang suami dengan keangkuhan hartanya, meminta istrinya untuk melakukan semua pekerjaan rumah tangga, mengurus anak-anak dari pagi hingga malam, sampai-sampai si istri tak menghiraukan lagi penampilannya(red. kecantikkannya). Dan ketika suami ini melihat istrinya nampak tak menarik lagi, ia pergi mencari perempuan baru.(Hmmmm….)

Inikah buah dari benih cinta yang dulu ditanam ketika pernikahan itu belum terjadi? Inikah hasil dari proses penikahan yang sejatinya mengindarkan dari hal-hal yang buruk dan menumbuhkan yang baik?

Pertanyaan paling dasar mungkin…, Benarkah seorang istri sepenuhnya Wajib melakukan semua pekerjaan rumah tangga?

Mungkin kita lupa, bahwa seorang anak, sejatinya adalah milik suami. Ketika istri ini memberikan air susu-nya kepada anak-nya, maka ini adalah bentuk sedekah sang istri kepada suami, jika istri tidak meminta imbalan atas air susu itu. Dan istri ini, sepenuhnya memiliki hak memperoleh imbalan materi jika, ia meminta pada suami atas air susu itu, maka kewajiban suami untuk membayarnya.

Aku bukan mau mempermasalahkan air susu itu harus dibayar atau tidak. Tapi…, jika seorang istri, ketika menyusui saja merupakan hal yang bukan menjadi kewajibannya, bahkan ia berhak menerima imbalan jika ia meminta, lalu… mungkinkah semua pekerjaan rumah tangga itu adalah kewajiban yang harus dikerjakan dengan tangannya…???

Maka, suatu kezhaliman yang nyata, jika suami yang berharta, meminta istrinya melakukan semua pekerjaan rumah dengan tangannya. Kemudian, ketika si istri menjadi nampak tak menarik sebab tak memiliki waktu dan tenaga untuk berhias diri dan merawat diri, dengan angkuhnya mencari korban berikutnya.

Mungkinkah ini dilakukan oleh seorang suami yang mencintai istrinya…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s